KELUARGAKU KEBANGGAANKU

Keluarga adalah segalanya. Menurut para teolog, ada 2 lembaga (institusi) didunia ini yang dibentuk sendiri oleh Allah, yaitu keluarga dan gereja!
Keluarga/perkawinan, konsepnya sudah ada sejak di taman eden, dimana saat itu manusia belum jatuh ke dalam dosa (lih. Kej.2:18-24).
Dari sinilah ”piagam” aslinya terbentuk. Hal ini kemudiaan diteguhkan oleh ucapan Tuhan Yesus dalam Matius 19:4-5 – dimana kemudian hal ini ditetapkan sebagai dasar dari sebuah perkawinan.
Nah, karena dibentuk sendiri oleh Tuhan, maka keluarga seharusnya menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan!

MENGAPA KELUARGA ADALAH SESUATU YANG MEMBANGGAKAN ?
Keluarga atau rumah tangga akan menjadi sesuatu yang membanggakan kalau ia menjadi sesuatu yang menyembuhkan (healing), menguatkan (strengthening) dan menumbuhkan (Growing) pribadi-pribadi yang ada dalam keluarga tersebut.
Berikut ini beberapa alasan, mengapa keluarga kita seharusnya menjadi kebanggaan kita :

1.Karena Keluarga adalah tempat dimana kita bisa menjadi terbuka (transparan) – Rom.15:7
Keluarga adalah tempat yang paling aman bagi kita untuk membuka semua beban berat yang menindih hidup. Pasangan kita dan anak-anak bisa dengan bebas kita ajak diskusi dan bahkan mendoakan kalau ada beban yang berat!
Nah, kalau sudah begini maka, stress dengan sendirinya akan hilang!
Pasangan kita adalah orang yang paling tepat yang dapat memberi kesempatan pada kita untuk merasa dipahami, diterima dan dimengerti.
Nah, semua penerimaan dan pengertian itu akan menyembuhkan kita!

2.Karena Keluarga adalah tempat dimana kita “berani” mengungkapkan ”rahasia” kita – Ibr.10:24
Setiap orang biasanya punya rahasia yang disembunyikannya dari orang lain. Rahasia ini biasanya berkaitan dengan kelemahan diri, seperti : Minder/pemalu ;Sombong/tinggi hati; Penakut ; Rasa tidak aman, dan sebagainya.
Nah, semua kelemahan ini sebenarnya bisa kita buka pada pasangan/anggota keluarga kita. Tentu, pasangan yang baik tidak akan mencela semua kelemahan kita itu. Malahan ia akan memberi dukungan agar kita bisa berubah menjadi lebih baik. Ini jelas membuat kita akan mengalami kelegaan!

foto keluarga di anyer

3.Karena keluarga adalah tempat dimana kita bisa ”memperbaiki diri” – Rm.15:1
Untuk berubah menjadi lebih baik, kita tentu membutuhkan dukungan. Dan banyak hal dalam diri kita yang harus diubah, misalnya :
(a) Perilaku tidak disiplin
(b) Suka menunda-nunda pekerjaan
(c) Jorok (tidak bersih)
(d) Suka mengomel
(e) Suka memaki-maki.dsb
Para penasehat perkawinan meyakini tidak ada tempat yang lebih baik untuk memperoleh dukungan kecuali dalam rumah tangga.
Teman memang bisa memberi dukungan agar kita bisa berubah, tapi efeknya pasti tidak sedahsyat dukungan pasangan kita!
Kenapa demikian ? Karena pasangan/anggota keluarga kita tentu lebih mengasihi kita dengan tanpa syarat!
Nah, dukungan yang seperti ini jelas menumbuhkan jiwa kita!

4. Karena keluarga adalah tempat dimana kita bisa memberi pasangan kita semangat dan dorongan yang dibutuhkannya – 2 Kor.3:1; Gal.6:2
Ingat, pria itu sebenarnya hanya terlihat kuat diluar, didalamnya ia sama rapuhnya dengan wanita.
Nah, disinilah peran istri sebagai pembangkit semangat dan pendorong kesuksesan suami dibutuhkan.
Selalu ada kaitan antara apa yang terjadi di rumah dengan yang Terjadi diluar rumah. Mis :
(a) Suami yang dirumah dihargai, maka dikantor ia juga akan menjadi pribadi yang suka menghargai orang lain.
(b) Suami yang dirumah selalu diberi dorongan semangat, diluar dia akan menjadi suami yang berprestasi!
(c) Suami yang dirumah dicintai dengan tulus, diluar akan menjadi sosok yang baik dan menyenangkan banyak orang!
Hal diatas juga berlaku untuk istri yang diberi dorongan oleh suami. Jelas, dorongan semangat ini memiliki efek menyembuhkan bagi jiwa.

5. Karena keluarga adalah tempat dimana kita bisa berbagi mimpi-mimpi kita
Kita biasanya malu menceritakan mimpi-mimpi (harapan) kita pada orang lain. Apalagi kalau mimpi kita itu ”aneh-aneh:, seperti :
(a) Pingin keliling dunia – mengunjungi 5 benua
(b) Pingin menyelam di Bunaken –Manado
(c) Pingin berwisata safari ke Afrika selatan
(d) Pingin ambil S2 di luar negeri. dsb.
Tapi kalau mimpi itu kita bagikan (share) kepada pasangan/anggota keluarga kita, maka kita tidak takut ditertawakan.
Malahan kemungkinan besar kita akan didukung untuk terus bermimpi.
Nah, keadaan seperti ini jelas menyembuhkan jiwa. Kita merasa aman dan nyaman ketika dimengerti orang lain.
Sebaliknya kalau mimpi-mimpi kita diketawain, kita bisa down dan tidak berani lagi berharap!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s